• Card 1 of 30
News Pemilu

SBY Jadi Patokan Kubu Prabowo Menguasai Jateng

Whisnu Mardiansyah    •    11 Desember 2018 10:38

Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Prabowo Subianto. Foto: Antara/Yulius Satria Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Prabowo Subianto. Foto: Antara/Yulius Satria

Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berencana memindahkan markas tim pemenangannya ke Solo, Jawa Tengah. Pemindahan ini salah satunya untuk menggenjot elektabilitas Prabowo-Sandi di wilayah ini.

"Bertujuan agar lebih intensif menyapa warga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut survei, di dua provinsi ini elektabilitas Prabowo-Sandi masih perlu digenjot," kata Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro saat dihubungi wartawan, Selasa, 11 Desember 2018.

Salah satu metode kampanyenya yakni dengan blusukan langsung ke kampung-kampung yang selama ini masih terbatas akses informasi dari media sosial. Di kampung tersebut akan dilakukan kampanye tatap muka dan berdialog langsung dengan warga.

"Terutama di Jawa Tengah, perlu penetrasi yang lebih kuat agar dukungan kepada Prabowo-Sandi bisa meningkat signifikan," ujarnya.

Baca: Megawati akan Pertegas Jateng sebagai 'Kandang Banteng'

Kata Nizar, Prabowo-Sandi percaya diri meskipun cap Jawa Tengah sebagai lumbung suara PDIP masih melekat hingga kini. Ia yakin stigma Jawa Tengah sebagai kandang banteng bisa didobrak pada pemilu tahun depan.

"Tidak penting Jawa Tengah distigmakan sebagai kandang banteng. Dengan penetrasi yang kuat, diyakini stigma tersebut akan luluh lantak," ujarnya.

Bukan tidak mungkin, berkaca pada hasil Pilpres 2009, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil unggul di Jawa Tengah atas rivalnya Megawati yang notabene adalah ketua umum PDIP.

"Dan sangat terbuka kemungkinan Prabowo mengalahkan Jokowi di Jawa Tengah. Ini adalah terobosan politik yang brilian. Kandang merah akan segera diputihkan," kata dia.