• Card 1 of 30
News Pemilu

Timses Banjir Pesan Usai Pidato Prabowo

Arga sumantri    •    15 Januari 2019 13:10

Capres Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal. Capres Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, enggan memusingkan kritikan terhadap pidato calon presidennya. Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin sempat menyebut pidato Prabowo hanya ilusi dan retoris. 

"Namanya orang kampanye, kompetitor pasti tidak akan memberi apresiasi," kata Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Riza justru mengaku banyak menerima pesan setelah Prabowo berpidato. Mayoritas pesan berisi pujian atas pidato Prabowo. "Sejak kemarin sampai hari ini enggak berhenti di SMS, WhatsApp, telepon, banyak orang yang menyampaikan salut, bangga, bersyukur luar biasa," ujar dia.

Ketua DPP Gerindra itu menyebut sejumlah data yang disampaikan Prabowo adalah baru. Salah satunya soal masalah yang ada di badan usaha milik negara (BUMN) seperti Pertamina, Garuda, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Ia mempersilakan publik mengecek sendiri permasalahan di BUMN itu. "Betul enggak BUMN kita secara umum cuma berapa yang untung? Berapa yang rugi? Silakan teman-teman media lebih cerdas, cepat mencari data untuk membuktikan," ungkap dia.

Baca: Pengamat: Prabowo Sampaikan Data Pertahanan 5 Tahun Lalu

Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan yang berjudul "Indonesia Menang". Pidato tersebut dibawakan Prabowo di depan seluruh anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiagadi JCC Plenary Hall, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengkritik pidato kebangsaan calon presiden nomor urut 02 itu. Menurut dia, banyak hal yang dipaparkan tak sesuai fakta.

"Pidato visi misi itu sarat dengan ilusi dan retorika teleprompter," ujar Hasto.