• Card 1 of 30
News Pemilu

Zulkifli Sarankan Prabowo Rileks sebelum Debat

Whisnu Mardiansyah    •    16 Januari 2019 12:54

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima plakat nomor Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima plakat nomor Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan, yakin jagoannya sudah siap berdebat isu hak asasi manusia (HAM). Isu itu menjadi salah satu tema di debat perdana Kamis, 17 Januari 2019.

“Sudah siap 100 persen (untuk debat),” kata Zulkifli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 16 Januari 2019.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut tak ada persiapan khusus jelang debat. Apa yang kerap disampaikan ke publik tak jauh berbeda yang disampaikan debat besok. 

“Sebagian biasa saja toh, yang biasa dikerjakan, yang biasa dipikirkan, yang biasa disampaikan kepada publik jadi persiapannya biasa-biasa saja,” jelas Zulkifli. 

PAN juga tak memberikan arahan khusus pasangan calon nomor urut 02 itu menjelang debat besok. Hanya, ia memberikan usulan agar keduanya dapat cukup beristirahat.

“Kalau masukkan dari saya santai-santai, perlu nyanyi-nyanyi, istirahat makan, enak, ngobrol kumpul keluarga,” tutur dia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memutuskan lima tema debat pada Pilpres 2019. Keputusan itu disepakati oleh KPU bersama tim kampanye paslon capres-cawapres nomor urut 01 dan 02.

Baca: Debat Kandidat Perlu Menyentuh Emosi Pemilih

"Debat pertama mengenai hukum, hak asasi manusia, korupsi, terorisme. Kedua, energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, infrastruktur," beber Ketua KPU Arief Budiman, Rabu, 19 Desember 2018.

Debat ketiga mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Tema debat keempat, ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan Internasional.

"Debat kelima, ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri," imbuh Arief.