• Card 1 of 30
News Pemilu

Pengamat: Prabowo Sampaikan Data Pertahanan 5 Tahun Lalu

Dian Ihsan Siregar    •    15 Januari 2019 12:32

Pengamat Politik, Pertahanan, dan Keamanan Universitas Padjajaran Muradi - dok: istimewa. Pengamat Politik, Pertahanan, dan Keamanan Universitas Padjajaran Muradi - dok: istimewa.

Jakarta: ‎Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik kondisi negara yang dinilai memiliki kekayaan berlimpah tetapi rakyat hidup miskin. Bahkan, jika harus berperang, Indonesia disebut hanya mampu bertahan selama tiga hari.

Pengamat Politik, Pertahanan, dan Keamanan Universitas Padjajaran Muradi menilai kritik yang disampaikan Prabowo gambaran pesimisme anak bangsa. Seharusnya, Prabowo tidak berbicara seperti itu.

"Memang kurang, tapi kekuatan militer dan alutsista kita sudah mulai meningkat sejak 2014. Peningkatan secara bertahap, sudah lebih bagus kekuatan kita," ucap Muradi saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 15 Januari 2019.

Muradi menyebut kondisi yang disampaikan Prabowo adalah kondisi Indonesia lima tahun lalu. Saat ini, sudah jauh berbeda sehingga tak mudah Indonesia hancur dalam peperangan.

(Baca juga: Lima Fokus Reorientasi Pembangunan Ala Prabowo)

"Negara kita sudah kuat. Khususnya di‎ perbatasan, seperti Natuna, Papua, dan Timor Leste. Hingga akhirnya Tiongkok tidak bisa klaim dan main-main lagi di Natuna. Jadi, peningkatannya sangat baik," jelas dia.

Apalagi, lanjut dia, sudah banyak kekuatan militer baru yang dibeli oleh pemerintah, seperti pembelian 1.000 tank dari Turki, kapal siluman ,‎dan sebagainya.

"Jadi pengamanan sudah ketat di sejumlah perbatasan Indonesia. Kita sudah b‎erbeda. Tentara kita juga punya sumber daya manusia (SDM) yang kuat dan pintar, jadi sangat tidak mungkin hanya akan bertahan tiga hari," kata dia.

(Baca juga: Victory and Peace, Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandi)