• Card 1 of 30
News Pemilu

Prabowo Sebut Media Kerap Memanipulasi Demokrasi

Whisnu Mardiansyah    •    05 Desember 2018 14:33

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Foto: Antara/Dhemas Reviyandi Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Foto: Antara/Dhemas Reviyandi

Jakarta: Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto geram karena minimnya publikasi acara reuni 212. Prabowo menilai media arus utama tak lagi demokratis dan objektif.

Prabowo mengklaim acara reuni 212 dihadiri 11 juta peserta. Mantan komandan jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu heran acara yang dihadiri jutaan manusia tak diliput media.

"Hampir semua media tidak meliput 11 juta orang yang kumpul, belum pernah terjadi di dunia," kata Prabowo dalam pidatonya di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu 5 Desember 2018.

Baca: Prabowo Sebut Jurnalis Antek Penghancur NKRI

Prabowo menuding media yang cenderung anteng memberitakan acara reuni kemarin tak objektif. Padahal, media salah satu pilar tegaknya demokrasi di Indonesia. 

Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan berapi-api mengatakan media bertanggung jawab dengan kondisi saat ini. Ia menuding media saat ini sedang berupaya memanipulasi proses demokrasi di Indonesia. 

"Mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi. Sudah saatnya kita bicara apa adanya, kita bicara yang benar-benar dan salah-salah. Mereka mengatakan yang 11 juta itu hanya 15 ribu," kata dia.

Baca: PA 212 Disarankan Jadi Parpol